Pembinaan akhlak terhadap siswa

Pendidikan berarti upaya membantu manusia untuk menjadi apa, mereka dapat apa?

Dan menyadarkan manusia bahwa kedudukan mereka sangat mulia di bandingkan dengan makhluk Allah Swt. yang lainnya. Maka pendidik perlu memahami hakikat manusia.

Manusia di tuntut memiliki kesiapan dan kemampuan daya adaptasi terhadap nilai-nilai baru, kreatifitas untuk melakukan upaya inovasi dan daya saing untuk tetap eksis di tengah arus global yang terjadi. Kemampuan dasar di atas dipersiapkan dan dibentuk dalam proses pendidikan. Dengan sendirinya ketika kita berbicara konsep pendidikan tidak bisa dilepaskan dari penggambaran tentang sosok ideal manusia (insan kamil).

Dalam praktek pendidikan Islam, salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah guru. Guru dalam perspektif agama (Islam) mempunyai peranan yang besar dan strategis.

Hal ini disebabkan gurulah barisan yang berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. Gurulah yang harus langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer Lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam yang dalam kategori ini adalah madrasah kini sangat diminati dan menjadi pilihan favorit para orang tua di Indonesia untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah Islam.  

Dikarenakan sekolah Islam mempunyai program pendidikan yang mengacu pada pembinaan akhlak terhadap siswa serta guru-guru yang mampu menampilkan kepribadian yang baik bagi siswa-siswanya dan bisa dijadikan contoh karena perilaku religiusitas guru disekolah Islam cenderung bagus.

Fenomena yang terjadi di kalangan masyarakat yang memandang bahwa tugas guru hanya seorang pengajar (pentransfer ilmu) di lingkungan pendidikan perlu untuk dirubah. Karena sejatinya seorang guru bukan hanya sebagai pengajar untuk mencerdaskan pola pemikiran anak didik yang dari tidak tahu menjadi tahu. Akan tetapi penting untuk dijelaskan tugas seorang guru yang sebenarnya dari aspek Alquran dan hadis.